Geng Warung Pak Jabit

Khamis, 17 September 2009

Namamu Rashidah

Umi..
Menatap sayu dijendela syahdu,
merenung nasib diri,
merenung nasib anak-anakmu,
penuh dengan liku-liku,
ranjau dan duri ditempuhi,
tanpa rasa jemu

titisan air matamu,
menyimpan seribu makna yang tersembunyi,
adakah ia satu kegembiraan bagimu?
atau satu kekecewaan untukmu?

andaikata dirimu tiada,
maafkan kesalahan anakmu,
maafkan kesilapan anakmu,
kerna menguris jiwa kecilmu,
anakmu resah gelisah,
tanpa restu dirimu duhai umi.

(Jam:12:10 Tengahari)
Ditujukan kepada:- umi (Rashidah binti Daud)

3 ulasan :

Anak Desa berkata...

kita harus sentiasa menghormati ibu kita kan??

Sukma Bintara berkata...

Daku bersetuju dengan pendapat saudara zainal.... ibu yang melahirkan anaknya, membesarkan anaknya, menjaga anaknya, dan pengorbanannya tidak sekali dilupakan.. Ibu dengan rela hati menangis disebabkan anaknya, tetapi pernahkah anaknya menangisi erti keluhuran seorang ibu????

Lien berkata...

umie mmg yang terbaik-kak lin

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...